Salib Merah PMKRI Warnai Aksi Mahasiswa di Bundaran HI, Suarakan Aspirasi Masyarakat Adat Papua Selatan
![]() |
| PP PMKRI membawah Salib merah di tengah jantung Ibukota Jakarta (Tim Redaksi Satu Kata) |
JAKARTA – Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026), berlangsung aman dan tertib. Dalam aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, sebuah salib merah yang dibawa anggota Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan di media sosial.
Demonstrasi tersebut diikuti sejumlah elemen mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan kelompok organisasi mahasiswa lainnya. Di tengah penyampaian aspirasi, simbol salib merah yang dibawa anggota PMKRI menjadi salah satu hal yang paling banyak mendapat perhatian warganet.
Foto dan rekaman salib merah itu beredar di sejumlah platform media sosial, termasuk Threads. Sejumlah unggahan dilaporkan memperoleh jutaan tayangan dan memicu beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Banyak warganet memberikan respons positif terhadap simbol yang dibawa dalam aksi tersebut.
Salib merah itu dikaitkan dengan perlawanan masyarakat adat di Papua Selatan terhadap kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merugikan masyarakat setempat. Melalui simbol tersebut, PMKRI membawa persoalan yang dihadapi masyarakat adat Papua Selatan ke tengah aksi mahasiswa di ibu kota.
Keterlibatan PP PMKRI dalam demonstrasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan aspirasi masyarakat Papua. Isu mengenai dampak pelaksanaan PSN terhadap masyarakat adat menjadi salah satu persoalan yang diangkat, di tengah momentum peringatan Sumpah Pemuda yang secara historis lekat dengan semangat persatuan dan perjuangan kebangsaan.
Bagi masyarakat yang menyuarakan penolakan terhadap proyek tersebut, persoalan PSN berkaitan dengan dampak pembangunan terhadap kehidupan masyarakat adat dan ruang hidup mereka. Rincian tuntutan yang secara resmi disampaikan PP PMKRI di akun media sosial Instagram @pmkri_nasional yakni tiga tuntutan diantaranya: Pajaki orang kaya, hentikan proyek raksasa dan selamatkan rakyat.
Aksi demonstrasi berakhir dengan tertib. Para mahasiswa kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke tempat tinggal masing-masing. Meski hujan deras mengguyur sejumlah titik di Jakarta, kegiatan tersebut dilaporkan selesai tanpa gangguan berarti.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana simbol yang dibawa dalam aksi jalanan dapat menarik perhatian publik sekaligus membuka ruang pembicaraan mengenai persoalan di daerah. Melalui salib merah yang menjadi sorotan, aspirasi masyarakat adat Papua Selatan mendapat perhatian lebih luas di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta.

Post a Comment